AKU KECANDUAN

Hari ini adalah hari yang istimewa bagiku. Untuk kedua kalinya sejak dua bulan lalu aku berikrar untuk hijrah dan mencoba istiqomah bersama gerakan ini. Masih hangat dalam benakku betapa susahnya aku untuk memulai gerakan ini. Dari rasa malas yang hinggap sampai benturan waktu dengan berbagai aktifitas yang setiap hari mesti ku kerjakan. Tapi Alhamdulillah semua itu bisa ku lewati walau dengan cara perlahan

Jika rekan-rakan pernah membaca tulisanku yang berjudul resolusi Jumat,  mungkin rekan-rekan mengetahui asal muasal aku menggaungkan resolusi ini. Iya, waktu itu aku sedang sholat Jumat, dalam keadaan terkantuk-kantuk, samar-samar aku  mendengar seorang khatib berkhutbah dan  berhasil membuat fikiran ku terbuka. Dengan khutbah sederhananya ia mengajakku berfikir  untuk giat dan aktif membaca Alquran. setelah khatib selesai berkhutbah, sepertinya ada yang berbisik dan mengatakan seperti ini kepadaku, “Mas kapan lagi mau baca Quran istiqomah? Baca berita, koran, novel bisa dan sanggup sampai berlembar-lembar? Masa baca Quran cuma satu juz aja \gak  bisa? Gampang koq, dapat pahala juga  loooh?” sepulang dari sholat jumat itu aku langsung searching  untuk mencari tahu dan seketika langsung mendaftar untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan one day one juz.

Sejak saat itu, dalam setiap hari aku berusaha untuk membaca Quran. Ya, walaupun gak gampang karena sudah pasti banyak kali godaannya. Bahkan aku masih  ingat ketika aku selalu ingin menyelesaikan target tilawah secepatnya, pokoknya aku pasang target kalau sekali duduk tilawah harus menghabiskan dua lembar dan akan selesai  sebelum waktu zuhur  tiba . Hal ini aku lakukan agar tidak mengganggu aktifitasku di siang hari. Pada 2 minggu pertama strategi ini berjalan cukup baik dan apik. Tapi hatiku sepertinya agak sedikit bergejolak, seperti ada perasaan tidak ikhlas baca qurannya. Mau baca Quran karena berburu target untuk nyelesaikan misi dan anggar gengsi dengan rekan-rekan ku di grup ODOJ 750 (Astaghfirullah..) karena itu, beberapa minggu kemudian aku mencoba untuk fleksibel aja, gak begitu pasang target harus berapa lembar dalam sekali duduk, tapi yang pasti aku harus menyelesaikan satu juz sebelum adzan maghrib berkumandang. Karena kalau sudah maghrib berarti aku sudah melewatkan perputaran hari (sesuai kaidah hari dan tanggal dalam Islam yang berganti ketika matahari mulai terbenam )

Aku sedikit flashback dan mengenang selama beberapa bulan aku menjalani gerakan ini, aku pernah sangat merasakan kejenuhan hingga pada masa itu tilawahku hancur, jangankan dapat satu juz, baca satu lembar aja malas kali rasanya. (Entah setan apa yang datang dan berhasil menggodaku waktu itu) sehingga  pada masa itu, aku tidak tidak kholas sama sekali  dan dapat peringatan dari rekanku di ODOJ 750. Tetapi sejak kejadian itu, aku merasa seperti ada yang hilang dalam diriku. Aku  seperti kehilangan nafas,kehilangan semangat, tak bergairah, dan hati  berasa kering kerontang, gelisah tak karuan.  Aku sangat menyesal atas kelalaian yang aku lakukan. Aku mencoba banyakin istighfar dan  mencoba untuk langsung mengganti dan tiawah dua juz sekaligus dalam satu waktu.

Kini, 2 bulan sudah berlalu, dan aku sudah mengkhatamkan ikrar ku  dua kali. Alhamdulillah aku sangat merasakan hal yang tak biasa aku rasakan. Bahkan  aku merasa sangat kecanduan, sehingga  kalau aku belum tilawah jantungku berasa beda hingga terbawa-bawa ke fikiran. Hal ini menyebabkan aku  gak konsen untuk melakukan berbagai aktifitas dan kegiatan. Karenanya, dalam beberapa kesempatan aku terkadang mendahulukan untuk tilawah ketimbang yang lainnya. Aku pernah melakukannya setengah jam sekali,  dua jam sekali, tiga jam, lima jam, enam  jam dan tergantung aku ingin melakukkanya kapanpun aku mau. Yang pasti disaat aku butuh maka aku memutusklan untuk tilawah, baca Quran dahulu. Bahkan, ketika beberapa minggu lalu sedang banyak-banyaknya materi dan hafalan  untuk ujian kompri, aku malah ngebanyakin baca quran ketimbang membahas dan menghafal materi kompri dengan berbagai teori yang banyak dan ribet itu. Meskipun begitu, aku tetap berusaha sekuat tenaga untuk tetap membahas dan mengahafal  materi yang tersaji.  Bahkan aku sudah berniat  memaksa hatiku untuk yakin dan percaya bahwa  “Ketika kita sangat yakin dan  melakukan kebaikan, pasti Allah akan membantu dan memudahkan langkah yang kita lakukan”  ( Alhamdulillah aku lulus ujian kompri pada waktu itu, dari 16 orang yang ikut ujian, cuma 4 yang lulus dan aku salah satunya)

Akhirnya, aku sangat menghaturkan rasa terima kasih tak terhinngga kepada setiap orang yang telah bersedia dan  ikhlas  mendoakan aku. Aku juga memanjatkan doa agar kita semua diberi kekuatan dan keistiqomahan dalam menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan Nya.

Oh iya, bagi kawan-kawan yang belum memulai mencoba gerakan One day one juz, yok.., gak ada salahnya loh dicoba, kapan lagi kita baca kitab suci kita? Kapan lagi kita bisa rutin membaca dan mengkhatamkannya dalam waktu sebulan kalau gak kita mulai dari sekarang? Yakinlah, akan ada banyak perubahan, kemudahan, dan kedahsyatan yang akan dirasakan jika menjalaninya dengan ikhlas dan mengharap ridho Allah.  Mari bersama-sama kita gemakan kalam Allah diatas bumi ini. 


*Tulisan ini hanya bersifat  sharing dan renungan dari penulis. Tak bermaksud ria apalagi pongah. Semoga ada hikmahnya, setiap kesalahan yang terjadi bukan ada pada pembaca, namun kepada penulis yang memang masih lemah. Untuk itu, teguran, saran dan doa dari pembaca sangat penulis harapkan..


Wallahu a’lam..
Alhamdulillah-Astaghfirullah, 

XL Future Leaders4 Kesempatan Khusus Bagi Mahasiswa Sumatera


Foto bersama :Turina Farouk, VP Corpcomm XL, Pembantu Rektor III USU -Drs. Raja Bongsu Hutagalung SE.Msi; Horas Lubis, GM Sales XL NorthernWest pada acara XL Future leaders 4 di Universitas Sumatera Utara. 
Medan, 08 April 2015, PT XL Axiata Tbk (XL) operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia memberikan kesempatan khusus bagi mahasiswa putra daerah Kawasan Sumatera Utara untuk bisa menerima manfaat dari Program XL Future Leaders. Para mahasiswa yang ada di wilayah Sumatera Utara kini menjadi sasaran utama dari mahasiswa yang akan direkrut untuk program XL Future Leaders Tahap 4 tahun ini. Selain itu, XL juga akan memberikan kuota khusus sebesar 20% dari total 145 mahasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi.  Kebijakan baru ini merupakan salah satu bentuk komitmen XL untuk mendukung pemerintah dalam memperluas pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan khusus soft skills bagi generasi muda berprestasi, sekaligus   mendorong dan memperluas kesempatan bagi anak-anak muda berprestasi di Indonesia untuk bisa menjadi pemimpin-pemimpin kelas global di masa mendatang. Turina Farouk, VP Corporate Communications XL, menyatakan hal tersebut dalam sosialisasi XL Future Leaders 4 di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Rabu (08/04).

Turina mengatakan, “Sesuai dengan masukan dari Bapak Menteri Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) beberapa waktu lalu, maka kami akan memberikan kesempatan khusus bagi putra-putri daerah dari Sumatera Utara untuk bisa ikut menerima manfaat dari program yang sangat bagus ini. Saya yakin atas besarnya potensi anak-anak muda Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari Sumatera Utara.”

Suasana Xl Future Leaders 

Sementara itu untuk alokasi tempat khusus bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi, Turina menambahkan, XL akan memberikan kuota sebesar 20%. Kuota ini bisa terus ditambah seiring dengan perkembangan program XL Future Leaders di masa mendatang. Dengan kebijakan baru ini, maka XL berharap semakin luas kesempatan bagi semua mahasiswa Indonesia untuk bisa mengikuti program-program unggukl dari XL Future Leaders.

Mulai Maret 2015 ini, XL memulai kembali sosialisasi Program XL Future Leaders untuk tahun ajaran 2015-2016. Roadshow sosialisasi diawali dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, awal pekan lalu (23/3), yang dilanjutkan ke USU, Medan, hari ini. Total, sosialisasi akan berlangsung di 18 perguruan tinggi negeri dan swasta, yang tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara, antara lain Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Surabaya, Mataram, Makassar, dan Menado.

Tujuan jangka panjang XL Future Leaders dalam 10 tahun adalah mencetak 7500 generasi muda calon pemimpin. XL Future Leaders Tahun 2015 ini menyediakan 145 tempat bagi mahasiswa yang lolos seleksi dalam tiga tahap. Ketiganya adalah seleksi administrasi, tertulis dan wawancara. Aspek penilaian tes tertulis akan mencakup hal-hal seperti antara lain psikotes, bahasa Inggris dan Focus Group Discussion. Program XL Future Leaders Tahap 4 akan mulai November 2015.

Pendaftaran akan berlangsung mulai tanggal 23 Maret 2015 sampai 30 Mei 2015. Pendaftaran dapat dilakukan secara online dengan mengunjungi http://join.xlfutureleaders.com/ . Persyaratan peserta harus berusia maksimal 21 tahun, serta terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia dengan IPK minimum 2,8 dan aktif berorganisasi.

XL Future Leaders mengajarkan tiga kompetensi utama, yaitu Komunikasi Efektif, Managemen Perubahan, serta Jiwa Kewirausahaan. Ketiga hal tersebut merupakan keahlian utama atau life skills yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk mencapai level global. Metoda belajar yang diterapkan berupa perpaduan antara kelas tatap muka sebanyak lima kali dalam setahun, belajar dengan memanfaatkan program-program berbasis teknologi informasi komunikasi, serta aktivitas sosial lapangan.

Sejak diluncurkan tahun 2012, Program XL Future Leaders telah merekrut sekitar 400 peserta mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Lebih dari 100 orang peserta angkatan pertama juga telah berhasil menyelesaikan program pendidikan khusus ini. Selama menjalani program pendidikan para peserta juga telah menyelesaikan berbagai aktivitas yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mereka antara lain melakukan berbagai jenis pelatihan ketrampilan bagi masyarakat sekitar yang bisa meningkatkan kompetensi dan kualitas lingkungan tempat tinggal. Bahkan, di sejumlah daerah mereka juga membantu mengangkat potensi wilayah setempat, antara lain pariwisata.


Tentang XL
XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL saat ini adalah penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel (Consumer Solutions) dan solusi bagi pelanggan korporat (Business Solutions). XL satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas. XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. XL dimiliki secara mayoritas oleh Axiata Group Berhad (“Axiata Group”) melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (66,5%) dan publik (33,5%). Sebagai bagian dari Axiata Group bersama-sama dengan Robi (Bangladesh), Smart (Cambodia), Idea (India), Celcom (Malaysia), M1 (Singapore), SIM (Thailand) dan Dialog (Sri Lanka).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Tri Wahyuningsih
GM Corporate Relation & Communication Management XL   
Telp      : 0817 113369
Email    : Triwahyu@xl.co.id


Tentang Marah

Sebuah Quote yang aku ciptakan untuk meredam amarahku malam ini.
Foto background ini diambil di sebuah desa ketika saya sedang melintas ke Negeri Aceh Darussalam

Sadisnya Kopi Sadis

Beberapa Kru  Blogger Medan yang berkesampatan hadir pada acara ini.


Sabtu, 4 April 2015 menjadi hari yang telah ku agendakan untuk kumpul bersama beberapa komunitas yang ada di Kota Medan.  Secara resmi aku datang dengan undangan dari komunitas Blogger Medan. Meskipun begitu, aku juga mengajak serta beberapa rekanku yang tergabung dalam komunitas Attiksumut, sebuah komunitas yang bervisi menjadi lembaga social enterpreneur yang berjuang meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatn TIK.

Kami sepakat dan membuat janji untuk berangkat bersama menuju lokasi pada pukul 15.30. Hal ini kami lakukan karena tidak semua diantara kami  mengetahui lokasi acara. Selain itu, kami juga ingin  menunjukkan kekompakan diantara kami. Hehe..

Tepat pukul 16.00 lebih 10 menit, kami  sudah berkumpul di MMTC (Medan Mega Trade Centre) lokasi yang telah kami sepakati.  Akhirnya dengan segera kami memutuskan untuk berangkat menuju lokasi acara diiringi terik matahari yang terasa begitu menyengat.

Setelah beberapa saat menempuh perjalanan lintas Kota (Medan-Tembung) akhirnya kami sampai dilokasi. Dari kejauhan jalan, tampak sebuang plang yang bertuliskan “Kopi Sadis”, lokasi tujuan kami  yang hari ini akan mengadakan launching perdananya.

Kopi Sadis terletak di Jalan Nusantara no 5, Tembung, Sumatera Utara. Tepat berada di Depan kantor Koramil Tembung. Dari awal ketika mendengar ini,  aku sangat penasaran, sesadis apa sih tempat dan rasanya? Haha, tapi sesampai di Warung Kopi Sadis, gambaranku tentang kesadisan tempat ini terpatahkan, warung ini bukan sadis, tapi romantis. Banyak taman, bunga dan air mancurnya. Kini tinggal menunggu giliran rasa kopinya, sesadis apasih rasanya. Tetapi, untuk Sementara waktu, kami harus menahan rasa penasaran itu karena kami juga harus menunggu beberapa rekan kami yang juga masih ketinggalan dan sedang berada di jalan menuju ke lokasi. Waktu luang yang tersedia ini kami manfaatkan untuk melaksanakan sholat Ashar di mushola cantik yang juga tersedia lengkap di warung kopi ini.

Setelah sholat, mulai tampaklah tanda-tanda anak Blog M beraksi, satu persatu diantara mereka mengeluarkan senjata andalannya. Ada yang bersenjatakan DSLR, camdig dan smartphone untuk mengacak-acak dan menjelajahi setiap sudut ruangan untuk diabadikan. Aku sendiri hanya bersenjatakan kamera Samsul (nama hapeku yang sudah terkena Miopi lensa kameranya) sembari menunggu handycam  ATTIK yang masih dibawa oleh rekanku.

Sejenak aku mengamati lokasi Kopi Sadis berada. Nyaman dan asyik sekali tempatnya. Kopi sadis memilki dua ruangan yakni indoor dan outdoor, tetapi kali ini kami lebih memilih untuk berada di ruangan outdoor beratapkan tenda, berhiaskan bunga, pepohonan, dan air pancuran yang semakin memperindah suasana. Kesan alami begitu terasa, terlebih ketika sore hari begini, semilir angin semakin membuat betah para pengunjung untuk berlama-lama berada dilokasi ini. Tampak juga disekitaran taman beberapa Motor BSA dan sepeda antik yang semakin menambah keunikan tempat ini. Selain  itu, kondisi di ruangan indoor juga tak kalah nyamannya, pengunjung dimanjakan dengan kursi-kursi yang bejajar rapi  diterangi lampu dan interior yang apik dan  menarik. 


Suaasana outdoor yang memakai tenda berhiaskan bunga-bunga dan berbagai tanaman

panggung Akustik Kopi Sadis


Suasana Indoor Kopi Sadis

“Silahkan dilihat-lihat dulu menunya Mas,” sapa pramusaji yang menghampiri lokasi kami sembari menyodorkan buku menu yang ia bawa. Aku yang dari awal penasaran akhirnya membuka-buka buku menu itu. Haha.., beberapa kali aku tertawa kecil, konsep yang ditawarkan warung kopi ini sangat kreatif, hampir semua nama-nama menu makanan dan minuman dalam warung ini plesetan semua.  Sebut saja ada nama menu “Tahu kah Kamu”  “Mie Instansi” “Pisang Aroma Bang Irama” “Jus’ tin Bieber” dan menu utama "Kopi Sadis" ataupun "Roti Sadis" serta masih banyak lagi menu yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. Akhirnya, setelah membolak balik buku menu yang tersedia, aku menjatuhkan pilihanku pada menu "Sadis kitkat dingin" beserta "Instansi Telur".


Berbagai Menu sadis

berbagai menu instansi

Beberapa saat kemudian, pesanan kami pun datang satu persatu, ini dia si sadis yang buat penasaran itu, dengan segera aku mencicipinya. “Hmmm, maknyus..” rasa kopi dan cokelatnya nendang di lidah. Aku pun mencicipinya lagi hingga berulang kali.

"Sadis Kitkat"  yang aku pesan

Setelah si Sadis Kitkat, pramusaji kembali menyodorkan Mie Instansi yang aku pesan. Secara kasat mata, bentuk dan posturnya masih sama seperti mie instant biasa, rasanya juga. Hehe, hampir sama seperti masakan mie instant rebus seperti kebanyakan. Mungkin hal ini bisa menjadi masukan bagi pengelola agar lebih berkreasi lagi, supaya tak hanya tampil unik di nama, tetapi juga bisa tampil baik dengan rasa yang menggugah selera. Hehe..

Penampakan Instansi Telur

Seperti kebanyakan agenda Blogger Medan, hal yang selalu kami lakukan ketika mengunjungi suatu event adalah berfoto bersama. Kali ini kami berkesempatan berfoto bersama dengan owner nya langsung. Alangkah terkejutnya aku ketika mengetahui si owner masih sangat muda. Mungkin dibawah usiaku, tetapi hebatnya dia sudah memilki usaha dengan fasilitas mewah dan konsep mumpuni seperti ini. Salute..


Foto Blogger Medan bersama Owner Kopi Sadis (Berdiri no 2 paling kanan)

Nah, Kabar gembira yang kami terima adalah bahwa semua makanan dan minuman yang kami santap hari ini free alias gratis. Inilah asyik dan serunya gabung di Blogger Medan. Hal-hal seperti ini sering kami dapatkan di berbagai kegiatan.


Akhir kata, aku mengucapkan selamat atas Grand Opening nya Kopi Sadis. Semoga berkah, lancar dan banyak pengunjungnya. Oia, sering-sering undang Blogger Medan untuk diskusi disini ya..!! Hehe :)

Tentang Hati


Hati, suatu organ yang sangat berpengaruh keberadaanya dalam diri manusia. Tak hanya berfungsi sebagai sistem ekskresi dalam ilmu biologi, namun lebih dari itu keberadaanya juga menjadi pilar utama dalam kerohanian manusia.

Islam sebagai sebuah agama yang komprehensif untuk kehidupan juga tak luput membahas organ manusia yang satu ini. Keberadaaanya menjadi topik yang  banyak diperbincangkan. Baik dari kalam Allah yang tertera dalam Alquran, maupun sabda Nabi yang terucap untuk para sahabat dan umatnya.

Hati dalam bahasa Arab disebut qalb yang berasal dari akar kata q l b yang memiliki makna berganti atau berbalik. Hal ini dikarenakan keberadaanya  sering kali berbolak-balik, sekali senang, sekali susah, sekali setuju dan sekali menolak, ia berpotensi untuk tidak konsisten,  kadang condong ke suatu arah dan kemudian berubah ke arah yang berbeda. Dalam Al-Quran kata qalb dan al-qalb termaktub sebanyak tujuh belas kali, sedangkan bentuk plural dari kata tersebut, qulub, tersebut sebanyak 104 kali. Selain itu, Aquran juga sering menggunakan istilah Fuad dan Shadr yang memiliki makna hampir sama dengan qalb.

Salah satu ayat yang menyebutkan tentang hati terdapat dalam Surat al Baqarah ayat 7 yang berbunyi:


خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ   

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Q.S al Baqarah :7)

Menurut tafsir Al Qurthubi, firman Allah ‘azza wa jalla “khotamallohu” (Allah telah mengunci-mati). Dalam surat Al Baqarah ayat 7 diatas adalah  Allah ‘azza wa jalla’ menjelaskan faktor yang menghalangi orang kafir dari iman dengan firman Nya Al Khotm yang maknanya adalah menutup atas sesuatu hingga tidak ada sesuatupun yang masuk. Selanjutnya Al Qurthubi menyebutkan setidaknya ada  9 sifat hati orang kafir yaitu : (1) ingkar (2) berpaling (3) sombong (4) keras membatu (5) mati (6) tertutup (7) sakit (8) sesak (9) dikunci mati.

Peringatan Allah tentang sifat hati orang kafir dalam ayat diatas semoga bisa kita renungkan dan kita telaah lebih dalam agar kita bisa terhindar dari sifat-sifat orang kafir yang hatinya terkunci sehingga tidak dapat menerima kebenaran dan cahaya Ilahi. Untuk itu, Rasulullah Muhammad Saw memberikan contoh doa kepada umatnya agar terpelihara dari keadaan hati yang berbolak balik dan teguh dalam agama Nya.


اَللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ, ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِك

Ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati-hati, tetapkanlah hatiku pada agama Mu”

Hati merupakan penentu baik dan buruknya amal seseorang. Kalau boleh diibaratkan, ia seperti generator dan prosesor utama yang memilki peran sentral bagi seluruh anggota badan.Karenanya, apabila hati tersebut baik, maka baiklah selurah anggota badannya, namun sebaliknya, apabila ia rusak, maka rusaklah juga seluruh anggota badannya. Selain itu, meskipun hati adalah organ kecil yang letaknya didalam tubuh manusia, namun Allah sangat memandang keutamaanya dibandingkan harta ataupun paras manusia yang rupawan. Rasulullah bersabda:


إِنَّ اللّه تَعَالَى لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ.

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan harta kalian, dan akan tetapi Ia memandang kepada hati dan amalan kalian” (H.R Muslim)

Dari berbagai pemaparan singkat diatas, semoga kita bisa memperteguh keadaan hati untuk tetap berada dalam satu jalan kebenaran yang di bawa oleh Baginda Rasulullah Muhammad Saw. Sehingga kita benar-benar bisa menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan Nya dengan keadaan yang sebaik-baiknya. Semoga Allah menjaga niat dan kebersihan hati kita danmemperkenankan untuk mempertemukan kita dengan Rasulullah Muhammad Saw dan  sangat berharap untuk bisa bertemu dengan Allah azza wa jalla sebagai pencipta diri dan alam jagat raya ini. Aamiin.


Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam ...

Sabar?

Sabar, kata yang terdiri dari 5 hurup ini mungkin sering diucapkan untuk menenangkan seseorang ketika terkena musibah. Selain itu juga  kerap digunakan untuk menunjukkan aktifitas  menunggu, dan untuk menunjukkan sikap dalam  meredam emosi ketika amarah sedang meninggi. Namun sudah sejauh mana kita memahami makna dan hakikat sabar ?




MEMAKAI CINCIN; HUKUM DAN HAL-HAL TERKAIT*




A. PENGERTIAN
Dalam bahasa Arab, memakai cincin padanannya adalah kata (at-Takhattum) yang merupakan masdar dari takhattama. Model kata seperti itu masuk dalam kategori majaz, karena cincin bukan pakain. Sedangkan cincin yang bahasa Arabnya adalah al-khatam berarti perhiasan untuk jari tangan.[1]

B. HUKUM MEMAKAI CINCIN
Memakai cincin berbeda hukumnya satu sama lain, tergantung bahan dari cincin yang dipakai. Untuk itu, perlu kita singgung satu persatu bahan cincin yang biasa dipakai orang sebagai berikut :

1.Cincin emas
Ulama fikih dari lintas mazhab sepakat atas bolehnya memakai cincin emas bagi perempuan, haram bagi laki-laki. Hukum ini berdasarkan hadist shahih yang diriwayatkan dari banyak sahabat sebagai berikut :

“emas dan sutera dihalalkan bagi para perempuan dari umatku, diharamkan bagi para lelakinya” (H.R An Nasai, at-Tirmidzi,dll)[2]

Hukum haram diatas diberlakukan untuk laki-laki dewasa. Adapun untuk anak laki-laki yang belum baligh, terdapat perbedaan ulama fikih mengenai hukumnya. Ulama dari Mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat makruh, hambali berpendapat haram. Tetapi hukum haram dan makruh tersebut berlaku untuk orang yang memakaikannya dijari anak laki-laki tersebut, baik orang tua maupun walinya. Landasan mereka dalam hal ini adalah hadis Jabir Ra yang mengatakan sebagai berikut :

“Dulu kami melepaskan (perhiasan emas) dari anak-anak lai-laki, tetapi pada anak perempuan tetap kami biarkan” ( H.R Abu Daud dengan isnadnya yang shahih)[3]

Sedangkan ulama dari mazhab Syafiie, hanya mereka yang berpendapat boleh anak laki-laki yang belum baligh memakai atau dipakaikan cincin emas, sama hukumnya seperti perempuan, walaupun bukan pada hari raya.[4]

2.Cincin Perak
Bagi perempuan, sepakat ulama fikih dari berbagai mazhab atas bolehnya mereka memakai cincin perak. Adapun bagi laki-laki perlu rincian penjelasan lebih lanjut.

Ulama dari mazhab Hanafi berpendapat boleh laki-laki memakai cincin perak, bahkan bagi orang yang perlu memakainya seperti sultan dan hakim, hukumnya sunah. Tetapi bagi selain sultan dan hakim, lebih utama tidak memakainya. Maliki juga berpendapat boleh, bahkan sunah dengan syarat diniatkan mengikuti nabi Muhammad SAW tetapi tidak boleh memakinya karena ujub.[5]

Ulama dari Mazhab Syafii juga berpendapat boleh memakai cincin perak bagi laki-laki, bahkan sunah, baik laki-laki tersebut seorang sultan/pemimpin atau bukan. Hambali pun berpendapat boleh, tetapi tidak ada keutamaan memakai cincin perak bagi laki-laki.[6] Dalil yang menjadi landasan ulama dari berbagai mazhab diatas adalah sebagai berikut :

“Bahwa Nabi Muhammad Saw membuat cincin dari perak dan memakainya ditangannya. Kemudian (setelah nabi wafat) cincin tersebut ada ditangan Abu Bakar Ra, kemudian ditangan Umar Ra, kemudian ditangan Usman ra, sampai cincin tersebut jatuh ke dalam sumur Aris[7]. Cincin tersebut berukir tulisan Muhammad Rasul Allah” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dll)

3.Cincin Selain emas dan Perak
Hukum memakai cincin selain emas dan perak, seperti cincin besi, tembaga, timah, dll juga menjadi ranah perbedaan pendapat ulama. Jumhur ulama, diantaranya sebagian besar Malikiyah, sebagian Syafiiyah dan Hanabilah, berpendapat makruh bagi laki-laki dan perempuan. Bahkan Hanafiyah berpendapat haram[8]. Landsannya adalah hadis sebagai berikut:

“Seorang laki-laki yang sedang memakai cincin tembaga kuning mendatangi Rasulullah saw, lalu Rasul berkata kepadanya : Aku mencium bau berhala [9]darimu. Lalu laki-laki itu pun melemparnya. Kemudian, laki-laki itu datang lagi dengan memakai cincin besi, lalu rasul berkata kepadanya: mengpa kulihat ada perhiasan penghuni neraka padamu? Lalu laki-laki itu pun melemparnya. Selanjutnya dia berkata : wahai Rasulullah, apa yang boleh kubuat menjadi cincin? Rasulpun menjawab : Buatlah dari perak, tapi jangan sampai satu mitsqal.” ( HR. Abu Daud, At Tirmidzi, an Nasai)

Sedangkan, sebagian Syafiiyah lain dan sebagian kecil Maliki berpendapat boleh memaki cincin emas dan perak. Mereka beralasan – diantaranya dengan hadis shahih riwayat al Bukhari dan Muslim dimana Rasulullah meyuruh seorang laki-laki yang mau menikah untuk mencari seusatu yang dijadikan mahar, walaupun hanya sebuah cincin besi.[10]

4.Cincin Batu Berharga Mahal
Cincin yang dibuat dari atau bermatakan batu berharga mahal seperti intan, berlian, permata hijau dan merah, fairuz dan akik yang berharga selangit, dll boleh memakinya bagi perempuan. Adapun bagi laki-laki, berbefa pendapat ulama fikih mengenai hukum memakainya. Mayorits ulama, diantaranya Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat boleh dan tidak makruh sama sekali. Alasannya karena tidak ada nash yang melarang, maka tetap boleh. Sementara itu, Syafiiyah berpendapat makruh hukumnya. Mereka beralasan karena cincin yang seperti itu merupakan hiasan khusus perempuan dan berlebihan, ditambah lagi dapat menimbulkan sifat sombong dalam diri orang yang memakainya.[11]


C. TANGAN YANG DIPAKAIKAN CINCIN

Tidak ada perbedaan perndapat dikalangan uama fikih bahwa boleh bagi perempuan memakai cincin ditangan mana saja, baik kanan maupun kiri, bahkan dikaki, kanan ataupun kiri. Alasannya, karena memakai cincin adalah berhias, dan berhias dalah hak mereka.Maka mereka boleh berhias dan memakainya dimana saja.

Adapun bagi laki-laki, ulama fikih berbeda pendapat. Jumhur ulama anatra lain Hanafi, Maliki, Hambali, berpendapat bahwa memakai cincin ditagnan kiri adalah lebih utama bahkan sunah, karena rasulullah memakai cincin ditangan kirinya berdasarkan hadis shahih. Ditambah lagi hal ini lebih dapat  menjauhkan diri dari sifat ujub dan sombong.[12] Sedangkan Syafiiyah memandang boleh saja memakai cincin ditangan kanan ataupun kiri, karena keduanya shahih dilakukan Rasulullah, tetapi yang masyhur tangan kanan lebih utama dari tangan kiri. Sebab memakai cincin adalah berhias meka menghias tangan kanan lebih utama, karena tangan kanan lebih mulia.[13]

D. JARI YANG DIPAKAIKAN CINCIN
Ulama empat mazhab , Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali sepakat bahwa jari yang utama dipakaikan cincin adalah jari kelingking, bahkan sunah seperti maliki. Tetapi boleh juga jari manis, tidak maruh sama sekali. Adapun selain kedua jari tersebut, hukumnya makruh. Jari jempol contohnya, memang tidak ada adatnya dipakaikan cincin[14]. Sedangkan jari telunjuk dan jari tengah, dilarang dipakaikan cincin. Hal ini berdasarkan hadist dari Ali R.a sebagai berikut :

“Dari Ali Ra dia berkata : Rasulullah melarangku memakai cincin dijari ini dan ini, sembari menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.”(HR. Muslim)

E. UKURAN BERAT CINCIN
Ulama fikih memberi batas ukuran berat cincin yang boleh dipakai laki-laki. Tetapi pendapat para ulama tersebut tidak sama dalam hal ini. Ulama dari mazhab Hanafi membatasi cincin yang boleh dipakai laki-laki tidak lebih dari satu mitsqol, yaitu sekitar 4,5 gram, sebagaimana terdapat dalam hadis yang lalu ketika rasul menjawab pertanyaan seseorang

“ Buatlah dari perak, tapi jangan sampai satu mitsqol ( H.R Abu Daud , at Tirmidzi, an Nasai)[15]

Sama seperti ulama madzhab Hanafi, ulama mazhab  Maliki juga memberi batasan berat cincin yang boleh dipakai laki-laki. Hanya saja, Maliki berpendapat batas berat yang boleh adalah 2 dirham. Yaitu sekitar 6 gram kurang sedikit, jika lebih dari dua dirham maka hukumnya haram.[16]

Sedangkan Syafiiyah dan Hanabilah berpendapat sebaliknya, tidak ada batasan berat cincin yang dipakai oleh laki-laki, asalkan tidak melebihi adat kebiasaan yang berlaku di negerinya. Jika lebih dari adat yang biasa dipakai orang maka hukumnya haram, karena terdapat israf (berlebih-lebihan). Juga karena asalnya adalah haram, maka yang boleh hanya yang biasa dipakai seperti yang dipakai oleh rasul dan sahabat. Adapun hadis yang membatasi satu mitsqal, kemungkinan karena itulah adat yang biasa dipakai orang dinegeri tersebut.[17]

F. JUMLAH CINCIN
Terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama fikih mengenai jumlah cincin yang boleh dipakai. Tetapi jumhur ulama fikih, seperti madzhab Maliki dan Syafii berpendapat tidak boleh dipakai lebih dari satu di sepuluh jari tangan secara bersamaan. Jika lebih, maka hukumnya haram menurut Malikiyah dan sebagian Syafiiyah seperti Ibnu hajar al Haitami tetapi hanya makruh menurut sebagian lain. Seperti ar Ramli.[18]

Berbeda dengan dua mazhab sebelumnya, ulama dari mazhab Hambali berpendapat boleh saja bagi seorang laki-laki memakai dua cincin atau lebih secara bersamaan. Asalkan tidak keluar dari adat dan kebiasaan negeri tempatya berdomisili. Sedangan ulama Hanafiyah, tidak menyinggung masalah ini dalam beberapa kitab fikih mereka.[19]


G. MATA DAN POSISI CINCIN
Secara umum, ulama fikih lintas mazhab berpendapat boleh saja cincin bagi laki-laki memiliki mata ataupun tidak. Mata cincin tersebut pun boleh dari bahan cincin ataupun dari bahan lain. Hanya saja, mereka berbeda pendapat sedikit mengenai posisi mata cincin tersebut, ditelapak tangan bagian dalam atau bagian luar.

Menurut Hanafiyah, bagi laki-laki boleh mata cincinnya dari batu akik atau batu fairuz atau batu lain. Dan mata cincin tersebut diposisikan di telapak tangan bagian dalam, beda halnya dengan perempuan. Karena, memakai cincin bagi perempuan untuk berhias, sedang bagi laki-laki tidak demikian.[20]

Malikiyah agak berbeda sedikit. Menurut mereka boleh saja mata cincin itu dari perak atau baham lain. Asalkan bukan besi, tembaga atau timah. Bahkan di interal mereka ada yang berpandangan mata cincin mseti dari perak, karena cincin Rasul seerti itu, sebagimana diterangkan dalam hadis Shahih riwayat Muslim. Sedangkan mata cincin tersebut diposisikan ditelapak tangan bagian dalam. Sebab sunah nabawiyah adalah seperti itu, dan tentu mengikuti nabi adalah hal yang terbaik.[21]

Syafiiyah dalam hal ini sama seperti Hanabilah. Menurut mereka boleh saja cincin memilki mata atau tidak. Dan matanya boleh dari bahan cincin tersebut atau bahan lain. Karena, ada riwayat dari al Bukhari bahwa mata cincin rasul dari perak, sama sepreti bahan dari cincinnya. Namun ada juga riwayat dari Muslim yang menyebutkan bahwa mata cincin berasal dari batu akik Habsyah. Kemudian, mereka berbeda pendapat mengenai posisi mata cincin. Syafiiyah berpendapat bahwa yang paling utama mata cincin diposisikan ditelapak tangan bagian dalam. Sedangkan Hanabilah, berpendapat sebaliknya, ditelapak tangan luar lah yang afdhal. Karena, demikian diperbuat Rasul begitu pula Ibnu Abbas  dan sahabat-sahabat lain.[22]

H. UKIRAN CINCIN
Ulama fikih, dari berbagai mazhab sepakat atas bolehnya membuat ukiran atau tulisan pada cincin. Seperti mengukir nama pemiliknya atau kata-kata bijak. Adapun membuat ukiran atau tulisan lafaz Allah atau zikir, maka berbeda pandangan ulama. Hanafiyah dan Syafiiyah membolehkan, tetapi mesti dikantongi cincin tersebut setiap kali masuk toilet dan memakainya ditangan kanan setiap kali dia beristinjak. Mereka beralasan, bahwa cincin Rasul pun berukiran tulisan Muhammad Rasul Allah.[23]

Sementara Hanabilah, berpendapat makruh mengukir cincin dengan tulisan yang ada lafaz Allah. Baik dari ayat Al Quran, hadis maupun kata-kata hikmah. Bahkan Hanabilah, berpendapat haram apabila cincin diukir dengan gambar hewan[24]. Atau dibuat mata cincin berbentuk hewan.

I. MENGGERAKKAN CINCIN KETIKA WUDHU
Jumhur ulama fikih berpendapat wajib menggerak-gerakkan cincin ketika membasuh tangan pada saat berwudhu, jika cincin yang dipakai sempit dijari dan tidak dapat dipastikan air wudhu sampai ke kulit jari dibawah cincin tersebut. Tetapi jika cincinnya longgar atau sudah diketahui bahwa air wudhu sampai ke kulit jari dibalik cincin, maka tidak wajib menggerak-gerakkannya, melainkan sunah saja. Tetapi, Malikiyah berpendapat kalau cincin yang dipakai adalah cincin yang diperbolehkan oleh syara’ maka tidak wajib menggerak-gerakkannya sekalipun sempit.[25]

J. MENGGERAKKAN CINCIN KETIKA MANDI
Jumhur ulama berkata bahwa yang membuat mandi menjadi sah yaitu membasahi seluruh tubuh dengan air, dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk kulit yang dibawah cincin. Maka wajib hukumnya menggerak-gerakkan cincin yang dipakai ketika mandi guna memastikan sampainya air ke kulit yang ada dibawah cincin. Bahkan, jika cincin tersebut cincin tersebut sempit sehingga tidak sampai air ke kulit yang ada dibawah cincin. Maka wajib melepas cincin tersebut dari jari tangan. Namun, Malikiyah berpendapat tidak wajib menggerak-gerakkan cincin ketika mandi, walaupun cincin tersebut sempit dijari. Karena yang wajib ketika mandi hanyalah membasahi badan bagian luar saja.[26]

K. MELEPAS CINCIN KETIKA TAYAMUM
Jumhur ulama fikih, seperti malikiyah dan Hanabilah, berpendapat wajib bagi orang yang bertayamum melepaskan cincin dari jarinya supaya tanah sampai ke kulit bawah cincin ketika mengusap. Tidak memadai dengan menggerak-gerakkan cincin saja. Karena, tanah itu tebal, tidak dapat merersap ke kulit bawah cincin. Berbeda dengan air yang cair dan dapat mengalir sampai ke kulit bawah cincin pada saat berwudhu. Sementara Hanafiyah berpendapat tidak mesti melepaskan cincin, melainkan boleh juga dengan sekedar menggerak-gerakkan saja.[27]

L. MEMAINKAN CINCIN KETIKA SHALAT
Sepakat ulama fikih dari berbagai mazhab bahwa al –‘abats makruh dalam shalat. Al abats adalah melakukan perbuatan yang tidak ada kaitannya dan tidak ada gunanya bagi orang yang sedang melaksanakan shalat. Termasuk dalam al Abatas ini adalah memain-mainkan, menggosok-gosokkan, menggerak-gerakkan atau memutar mutar cincin ketika shalat dilaksanan.[28] Wallahu alam





Disampaikan oleh Ust. Nano Wahyudi dalam pengajian rutin malam Minggu di Majelis Taklim al Ittihad Komplek Wartawan, 28 Februari 2015.




[1]Lihat Ibnu Manzur, Lisan al Arab, al fairuz, al qamus, al Fayyumi, al Misbah al Munir semua pada kata khatama.
[2]Sunan an nasai, j.8.h.161
[3]Sunan Abi Daud, j.4,h. 331
[4]Qalyubi wa Umairah, j.2,h.24 Asy Syarbini, Mughni al Muhtaj, j. 1.h.306
[5]Radd al Mukhtar ‘ala Dur al Mukhtar (hasiyah Ibn Abidin),j.5,h.231. hasyiyah al ‘adawi,j.2, h.358
[6]An Nawawi, Al Majmu’,j.4,h.464. Al Buhuti, kays al Qina,j.2.h.236
[7] Sebuah sumur di taman dekat masjid Quba Kota Madinah, tetapi sekarang sumur tersebut sudah tidak ada lagi.
[8]Hasyiyah al ‘adawi,j.2,h.357. Al Majmu’,j.4.h.464, kays al Qina, j.2,h. 237. Radd al Mukhtar ‘ala Darr al Mukhtar, j.5, h.259
[9]Karena tembaga kuning dijadikan bahan untuk membuat patung berhala.
               
[10]Al Majmu’,j.4,h.462. Qalyubi wa Umairah,j.2,h.24.
[11]Ibnu Hazm, al Muhala , j.1, h.86. Abdul wahhab Thawilah, al Albisah wa az Zinah,h.345.
[12]Radd al Mukhtar ‘ala Durr Mukhtar,j.5,h.230. Hasyiyah al ‘adawi,j.2,h.360
[13]Al Majmu,j.4,h.462. Qalyubi wa ‘Umairah,j.2,h.24
[14]Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar ,j.5,h.230. Hasyiyah al ‘adawi,j.2,h.360. Al Majmu,j.4, h.463. Qalyubi wa ‘Umairah j.2,h.24.
[15]Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar,j.5,h.229
[16]Al Abdari, Jawahir al Kill,j.1.h.10
[17]Mughani al Muhtaj,j.1,h.392.kasysyaf al Qina,j.2,h.236.
[18]Jawahir al Ikill, j.1.h.10. Mughani al Muhtaj,j.1,h.392.
[19]Kasysyaf al Qina,j.2,h.238.
[20]Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar,j.5.h.230.
[21]Hasyiyah al ‘adwai,j.2.h. 358
[22]Al Majmu’,j.4.h.463. Qalyubi wa Umairah,j.2.h.24. kasysyaf al Qina,j.2,h.236.
[23]Radd al Mukhtar  ‘ala Durr al Mukhtar,j.5,h.230. 230. Hasyiyah al ‘adawi,j.2,h.360. Al Majmu,j.4.h.463
[24] Ar-Ruhaibani, Mathalib Uli an Nuha,j.2,h.95
[25]Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar, j.1,h.86. Jawahir al Iklil,j.1.h.14. Qalyubi wa Umairah, j.1,h.49.
[26]Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar,j.1.h.104. Al Khuraisyi,j.1.h. 166. Mughn al Muhtaj,j.2,.h.73. kasysyaf al Qina,j.1,h.155.

[27]Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar ,j.1,h.101. Kasysyaf al Qina,j.1.h.187.
[28] Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar, j.1.h.430. Jawahir al Iklil,j.1.h.55. Mughni al Muhtaj,j.1.h. 199. Kasysyaf al Qina,j.1,h.272.
Copyright 2011 Mas Santo I Guru Blogger.
Blogger Template by Noct.